Saham Beredar / Share Out #Seri Fundamental

Diperbarui: Feb 2

Dalam analisa fundamental, salah satu indikator yang dapat investor lihat adalah Saham Beredar atau Share Out. Share Out mungkin bukanlah indikator yang dianggap penting dan sering diperhatikan bagi sebagian investor (tidak seterkenal PER ato PBV mungkin). Namun demikian, saya rasa Saham Beredar/Share Out merupakan suatu indikator yang perlu juga untuk investor ketahui.

 

Saham Beredar atau Share Out adalah bagian dari saham suatu perusahaan yang telah diterbitkan dan memiliki status kepemilikan oleh perorangan maupun lembaga.

 

Saham Beredar/Share Out sederhananya bagi saya adalah berapa jumlah Saham Perusahaan yang telah diterbitkan, atau berapa sih total saham perusahaan ini.



Kenapa Saham Beredar / Share out ini menjadi penting ?

  1. Kita dapat mengetahui seberapa banyak saham suatu perusahaan dibagi. Dengan demikian kita tahu seberapa besar kepemilikan kita di suatu perusahaan.  

  2. Biasanya semakin banyak saham beredar, semakin liquid suatu saham dan semakin mudah diperjual belikan.

  3. Saham Beredar/Share Out merupakan salah satu patokan untuk mengukur indikator lain misalnya Market Cap atau EPS. Contoh: Market Cap didapat dari Saham Beredar/Share Out dikali Last Price

 

Perlu diingat:

Jumlah Saham beredar dapat berubah sewaktu-waktu tergantung aksi korporasi (corporate action) yang dilakukan suatu perusahaan. Berikut diantaranya:

  1. Awal pembentukan. Jumlah saham beredar ketika perusahaan pertama kali dibentuk

  2. Right Issue. Menerbitkan saham baru (biasanya untuk permodalan perusahaan namun bisa juga dalam hal lain seperti membayar hutang)

  3. Warrant. Kepemilikan yang dapat dikutar saham, biasanya dalam rangka right issue perusahaan menerbitkan warrant kepada pemegang saham dan dapat ditebus dengan saham.

  4. IPO (Initial Public Offering). Ketika perusahaan pertama kali melantai di bursa

  5. ESOP (Employee Stock Ownership Plan) bonus saham bagi karyawan

  6. Convertible bond. Jenis hutang yang dimungkinkan ditukar dengan saham

  7. Stock Split. Memecah lembar saham menjadi lebih banyak.

  8. Reverse Stock. Menyusutkan jumlah saham beredar.

 

Jika kita melihat data historis suatu saham, ada kemungkinan jumlah Share Out berubah. Pasti ada tujuan di setiap aksi korporasi (corporate action) yang dilakukan, menjadi penting untuk diketahui adalah ketika kita melihat jumlah Saham Beredar/Share Out tersebut berubah, kita mengerti alasan dibalik corporate action tersebut. Sehingga dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi kita termasuk untuk menentukan baik buruknya fundamental perusahaan tersebut.

  • Biasanya jika jumlah Share Out bertambah karena Stock Split berindikasi baik, saham menjadi lebih liquid dan harga sahamnya menjadi lebih terjangkau bagi para investor.

  • Bila jumlah Share Out berkurang karena Reverse Stock kemungkinan berimplikasi negatif. Biasanya saham-saham yang melakukan Reverse Stock berada di harga 50an, dan ketika Reverse Stock terjadi saham tersebut langsung turun. Harap berhati-hati.

  • Right Issue. Jumlah Share Out juga sering berubah ketika terjadi Right Issue, dalam hal ini cari tahu latar belakang diadakannya Right Issue tersebut karena dapat berdampak positif atau negatif tergantung perspektif investor.


0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua