Debt/Hutang #Seri Fundamental

Diperbarui: Feb 2

Fundamental Series 05: Debt/Hutang


Kali ini kita akan membahas tentang salah satu indikator dalam Balance Sheet yang disebut Debt atau Hutang. Debt/Hutang singkatnya adalah pinjaman dari suatu perusahaan. Dalam prakteknya perusahaan melakukan pinjaman ini untuk tujuan tertentu. Misalnya untuk ekspansi perusahaan, pembiayaan, dan sebagainya.

Debt/Hutang berkaitan dengan resiko. Ketika ada pinjaman tentu saja pinjaman tersebut harus dikembalikan suatu saat nanti beserta dengan interest/bunga. Ibarat kita meminjam uang, akan sangat berat bunga tersebut dikembalikan bila jumlah hutang tersebut sangat besar melebihi kemampuan kita.

Investor sebaiknya mengetahui ketika suatu perusahaan berhutang, tujuan hutangnya itu untuk apa. Karena dari alasan itulah investor dapat berpandangan apakah perusahaan tersebut baik atau buruk. Misalnya apakah hutang perusahaan tersebut untuk ekspansi bisnis ataukah malah untuk membayar hutang lain yang akan segera jatuh tempo, alasan yang kedua sekiranya kurang baik sebagai alasan suatu perusahaan untuk berhutang.

Ketika suatu perusahaan berutang untuk ekspansi juga bukan tanpa resiko. Ketika perusahaan dapat memanfaatkan pinjaman tersebut dengan baik, maka dampak baik pula yang akan dirasakan. Namun sebaliknya jika ekspansi tersebut gagal dan merugikan bagaimanapun perusahaan tetap harus mengembalikan pinjaman dan tentu saja memberatkan perusahaan.

Pendapat Pribadi:

Saya sendiri tidak begitu suka perusahaan yang memiliki banyak hutang, saya lebih menyukai perusahaan yang rasio hutangnya kecil. Karena kembali lagi ke resiko, perusahaan yang rasio hutangnya kecil memiliki resiko yang kecil pula, walaupun perusahaan yang berhutang banyak dan berhasil dapat saja menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Semua dikembalikan lagi kepada kita masing-masing investor dalam menanggapi soal hutang ini.

Biasanya dikolom Balance Sheet dipisahkan Short Term Debt (Hutang Jangka Pendek) dan Long Term Debt (Hutang Jangka Panjang).

Cara Melihat Debt/Hutang

1. Bandingkan dengan Asset.

Seperti halnya hutang kita sebaiknya jangan melebihi kekayaan. Sebaiknya kita membandingkan jumlah Debt dengan Asset, atau mungkin lebih gampang dengan memperhatikan Equity, apabila Total Equity menunjukan angka negatif itu artinya hutang perusahaan sudah lebih besar dari total asset.

2. Lihat Historis Debt/Hutang perusahaan

Bandingkan Debt/Hutang perusahaan saat ini dengan Debt/Hutang masa lalu. Jika secara historis Debt/Hutang berkurang, bisa jadi merupakan pertanda baik. Namun jika bertambah, kita dapat membandingan dengan Total Asset.

3. Bandingan Debt/Hutang dengan Total Asset

  1. Pertama perhatikan Total Asset & Equity apakah bertumbuh atau tidak.

  2. Apakah Debt/Hutang berkurang atau tidak

  3. Bandingkan selisih Debt/Hutang dengan Total Asset

Jika hasilnya:

  1. Total Asset Bertumbuh dan Debt/Hutang berkurang itu merupakan pertanda baik

  2. Total Asset Bertumbuh dan Debt/Hutang bertambah. Pandangannya bisa bervarisasi ataupun dikatakan biasa saja.

  3. Total Asset Berkurang dan Debt/Hutang bertambah. Bisa jadi pertanda kurang baik.


Tambahan:

Debt/Hutang juga merupakan patokan untuk mengukur indikator lain seperti DER (Debt Equity Ratio) yang akan kita bahas di tulisan yang lain

DISCLAIMER ON

Tulisan diatas berupa informasi saja, lebih kepada pendapat pribadi, segala tanggung jawab dan keputusan investasi berada di tangan investor

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua