Survival Family - Rekomendasi Film

Termasuk film yang saya dapatkan Random, dan awalnya saya tidak punya ekspektasi apa-apa tentang film ini tetapi ternyata melampaui ekspektasi dan secara mengejutkan masuk ke dalam list masterpiece pribadi saya.


Pertama, bagi saya film ini punya konsep yang unik. Tiba tiba seluruh listrik di Jepang mati, seluruh barang elektronik di Jepang mati termasuk mobil. Sebenarnya konsep film ini cukup sederhana bercerita tentang sebuah keluarga yang seperti dijudul mencoba untuk bertahan hidup. Oya ini bukan tipikal film berat, Saya rasa ini masih termasuk film keluarga.


Konsep film ini sangat menarik karena seperti yang kita ketahui Jepang adalah negara yang sangat high tech, masyarakatnya sudah sangat bergantung dengan teknologi dan apa yang terjadi ketika tiba-tiba seluruh teknologi itu tidak berguna.


Hal Yang agak janggal adalah Respon dari orang-orang Jepang yang sepertinya masih cukup teratur waktu bencana ini terjadi. Namun hal semacam ini sebenarnya cukup wajar karena masyarakat Jepang memang terkenal punya etika dan sopan santun yang tinggi dibandingkan negara lain.



Nostalgia


Bagi saya pribadi Survival Family menjadi masterpiece karena saya memang cukup relate dengan film ini. Salah satu vibe yang berasa di pertengahan film adalah kehidupan desa, tiba-tiba saya teringat almarhum Kakek. Memelihara ayam, memotong kayu api, memandikan babi, dan sebagainya adalah hal yang biasa dalam kehidupan keseharian saya di kampung dulu (nostalgia dikit).


Terkadang sadar atau tidak sadar kita seakan terlalu bergantung kepada teknologi. Survival Family seakan memberitahukan kepada kita betapa kita tidak berdaya tanpa teknologi tersebut. Masyarakat yang tinggal di kota akan sangat kesulitan ketika listrik somehow tiba-tiba lenyap.


Film ini juga mengingatkan kepada saya bahwa suasana desa Itu menyenangkan. Jauh dari hiruk pikuk kota dan suasananya sangat tenang. Saya pribadi juga senang dengan kehidupan seperti ini dan tentu saja memang menjadi kehendak pribadi hidup dalam kesederhan.





Teringat Epicurus (spoiler dikit)


Terakhir mungkin yang dapat saya tambahkan adalah ada satu adegan dimana ketika mereka akhirnya dapat makan enak, itu bahkan membuat sampe nangis makannya. Akhir-akhir ini saya belajar tentang aliran filsafat dari Epicurus berkaitan dengan Hedonisme. Orang hedonis itu cenderung mencari kesenangan/pleasure dan menghindari penderitaan/pain. Menurut Epicurus ini tidak baik karena manusia Ketika mencapai suatu kebahagiaan maka cenderung ia akan berusaha untuk mencari kebahagiaan yang lebih besar. Manusia tidak pernah puas pada dasarnya. Saran dari Epicurus adalah daripada kita mengejar kesenangan yang tiada akhir sebaiknya kita cukup dengan menghindari penderitaan. Contoh, jika anda tiap hari makan enak, makanan enak tersebut akan jadi suatu hal yang biasa buat anda dan lama kelamaan tidak menjadi suatu hal yang membahagiakan lagi, menjadi biasa ajah. Namun lain halnya ketika anda terbiasa makan makanan yang katakanlah biasa saja dan suatu ketika anda makan makanan enak, rasa bahagianya itu akan lebih besar dari orang yang selalu makan enak.


Salah satu kutipan dari Epicurus yang saya anggap menarik adalah kita tidak akan pernah puas ketika kita tidak bisa puas dengan apa yang kita miliki sekarang ini.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua