PER (Price Earning Ratio) #Seri Fundamental

Diperbarui: Feb 2

Fundamental Series: PER (Price Earning Ratio) Kali ini kita akan membahas salah satu indikator paling favorit para analis fundamental yaitu Price Earning Ratio atau disingkat PER. PER (Price Earning Ratio) adalah Perbandingan Harga Saham (Last Price) dengan Laba Bersih Per Lembar Saham (EPS). Penjelasan mengenai EPS ada ditulisan yang lain. Cara mencari PER yaitu Price dibagi EPS PER = Price/EPS Apa yang ditunjukan PER (Price Earning Ratio)? Ketika kita sudah mencari atau melihat PER suatu saham misalnya menunjukan: 10.35, atau 2.83 atau -20.5 apa artinya ini ? Gampangnya nilai PER menunjukan bahwa dengan Net Profit perusahaan saat ini, butuh berapa lama (tahun) hingga modal kita kembali. Contoh: Suatu perusahaan A dengan harga 1000 per lembar saham serta EPSnya 500, PER menunjukan angka 2.00 berarti perlu waktu 2 tahun sejak tahun ini untuk perusahaan tersebut memperoleh keuntungan setara dengan modal yang kita keluarkan. Catatan: modal yang dimaksud disini yaitu jumlah yang kita keluarkan untuk membeli saham perusahaan saat ini, bukan modal dasar perusahaan. Jika ada istilah tentang balik modal, jadi PER menunjukan berapa tahun kita balik modal jika membeli saham perusahaan tersebut. PENTING: Ketahui makna PER PER 1 berarti perlu 1 tahun bagi perusahaan mendapatkan keuntungan setara Equity. PER 2 berarti perlu 2 tahun, PER 5 berarti perlu 5 tahun, PER 0.5 berarti perlu setengah tahun.


Bagaimana cara memanfaatkan PER?


1. Hindari PER negatif

PER negatif berarti EPSnya negatif (karena rasanya tidak ada price negatif). Jika EPS negatif berarti perusahaan merugi. Nornalnya ngapain juga membeli perusahaan yang merugi (kecuali terdapat suatu dan lain hal). Jadi sebaiknya anda hindari perusahaan yang PERnya negatif.

2. Bandingkan dengan perusahaan pada sektor yang sama

Bagaimana kita tahu saham kita sudah bagus PERnya, jangan bandingan dengan perusahaan beda sektor. Untuk memperoleh hasil yang lebih objektif bandingkan dengan saham pada sektor yang sama. Misalnya saham perusahaan properti dengan properti, perbankan dengan perbankan. Semakin kecil PER semakin baik, hanya yang penting jangan negatif saja. Semakin mendekati angka 0. Mantap

3. Carilah nilai PER yang rendah

Ketika melihak PER carilah nilai yang rendah semakin rendah semakin baik asal JANGAN PER negatif saja karena artinya perusahaan tersebut rugi bro. Bandingkan dengan sektor sejenis, PER rendah artinya keuntungan lebih besar. Namun ingat: tetaplah waspada, bantu juga dengan analisa yang lain.

4. Bandingkan dengan PER sebelumnya

Membandingkan PER suatu perusahaan dengan PERnya dimasa lalu juga dapat menjadi salah satu patokan jika kita ingin membeli suatu saham diharga yang kita anggap murah. Perlu Diingat

  1. Nilai PER sering berubah-ubah karena fluktuasi harga. Jadi nilai PER saat ini dapat saja berbeda dalam beberapa waktu kedepan. Karena sekali lagi harga saham yang fluktuatif ataupun Profit perusahaan yang berubah. Maka dari itu nilai PER "murah" hari ini mungkin saja berubah "mahal" di kemudian hari begitupula sebaliknya".

  2. Tidak perlu membandingkan Historis PER

Jika pada tulisan-tulisan sebelumnya saya sering menyarankan untuk membandingkan suatu indikator dengan indikator lainnya (seperti Net Profit, Total Equity atau EPS), untuk PER anda tidak begitu perlu untuk membandingkan PER pada masa-masa lalu. Karena harga saham bergerak sangat fluktuatif makanya tidak dikenal juga istilah PER yang bertumbuh. Terkadang perusahaan bagus yang terus dibeli harganya terus naik otomatis mengangkat nilai PER. PER bagi saya lebih menunjukan "nilai" perusahaan pada saat ini apakah "murah" atau "mahal". Q&A Pertanyaan yang sering muncul tentang PER: Berapa nilai PER sehingga bisa dikatakan murah ?

Setiap investor memiliki preferensi mereka sendiri tentang berapa PER ideal yang dianggap baik. Dari buku-buku yang beredar juga mematok PER murah berbeda-beda. Ada yang mengatakan PER dibawah 10, dibawah 15, dibawah 5 dan sebagainya. Bagi saya pribadi PER dibawah 10 dapat saya katakan murah. Namun ketika memahami apa itu PER, kita tentunya dapat menentukan sendiri berapa PER ideal menurut asumsi kita. Jangan lupa untuk membandingkan dengan perusahaan sejenis untuk memperoleh hasil yang lebih objektif. Misalnya ada perusahaan dengan PER yang fantastis, apa yang harus saya lakukan ? Terkadang ketika kita melihat-lihat saham ada perusahaan yang pernya begitu fantastis menjurus tidak masuk akal, katakanlah contoh PER dibawah 1 misalnya. Secara harafiah itu perusahaan luar biasa banget, tiap tahun keuntungan berarti 100% dong ? Bagi anda yang menemukan kondisi seperti diatas, jangan keburu senang dulu tetaplah objektif. Bisa saja anda memang menemukan perusahaan fantastis dengan keuntungan segudang namun rasionalitas tetap perlu dijaga. Maka anda sebaiknya memeriksa fundamental perusahaan tersebut dengan lebih teliti, bandingkan dengan perusahaan sejenis, lihat indikator yang lain, cari tahu alasan kenaikan EPS perusahaan. Jangan asal comot saja. Bahkan bisa saja perusahaan tersebut baru melakukan stock split namun data lain belum sempat diperbaharui sehingga muncul PER yang tidak wajar (saya pribadi pernah melihat yang demikian). Jadi tetaplah teliti sebelum membeli. Good Luck.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua