Pembahasan Tentang Total Asset #Seri Fundamental

Diperbarui: Feb 2

Total Asset atau dalam istilah akuntansi aset dikenal dengan aktiva mengacu pada jumlah total aset/kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Aset adalah barang yang memiliki nilai ekonomi, yang dikembangkan dari waktu ke waktu untuk menghasilkan manfaat bagi perusahaan. Dalam bisnis, aset ini biasanya dicatat dalam catatan akuntansi dan muncul di balance sheet. Kategori yang termasuk dalam aset antara lain:

  • Aktiva Lancar (Current Assets): Kas (cash), Surat Berharga, Piutang, Beban Dibayar Dimuka, Persediaan Barang, Perlengkapan

  • Aktiva Tetap (Fixed Assets)

  • Akhiva Tetap Tidak Berwujud (Intagible Fixed Assets): Seperti kekayaan intelektual (property rights) Hak Paten, Hak Cipta, dan sebagainya

  • Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment)


Pengertian Pribadi:

Agar mudah dipahami saya pribadi beranggapan Total Asset yaitu Modal ditambah hutang. Katakanlah seluruh kekayaan suatu perusahaan ditambah hutang yang belum lunas termasuk didalamnya.


Penting Untuk Diperhatikan Investor mengenai Total Asset yaitu:

  1. Pertumbuhan Total Asset Perusahaan yang baik selayaknya adalah perusahan yang secara aset bertumbuh. Bandingkan Total Asset perusahaan saat ini dengan Total Asset perusahaan dimasa lalu. Melalui data historis yang ada, kita bahkan dapat memprediksi Total Asset dimasa depan tertolak dari data pertumbuhan Asset Perusahaan.

  2. Total Asset Dihitung Termasuk Dengan Hutang Karena Total Asset Menghitung pula hutang di dalamnya, seringkali Total Asset mengecoh investor yang tidak teliti. Total Asset boleh saja besar namun perlu menjadi pertimbangan juga berapa rasio hutang perusahaan tersebut. Sebab besar hutang suatu perusahaan belum tentu pertanda yang baik. Bisa saja hutang perusahaan tersebut melebihi aset yang sebenarnya sehingga mengakibatkan Total Equity menjadi negatif.

  3. Perbandingan Total Asset dengan Hutang Yang perlu juga diwaspadai para investor adalah besaran hutang perusahaan (khusus mengenai hal ini akan dibahas lebih lanjut dalam pembahasan Total Equity). Hutang bisa dipandang dari 2 sisi, di satu sisi utang dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, namun disisi lain hutang memberikan beban pembayaran bagi perusahaan sehingga meningkatkan resiko. Disarankan untuk memilih perusahaan yang pengelolaan kehutangnya baik ataupun rasio hutangnya relatif kecil. Biasanya perusahaan dengan rasio hutang kecil relatif aman.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua