Fundamental Series: Total Equity #Seri Fundamental

Diperbarui: Feb 2

06 Fundamental Series: Total Equity Total Equity menurut saya adalah salah satu hal penting yang perlu diperhatikan seorang investor ketika melihat Balance Sheet/Neraca Keuangan pada Laporan Keuangan suatu perusahaan. Semoga tulisan ini dapat berguna bagi anda sekalian. Total Equity adalah jumlah aktiva (asset) dikurangi pasiva (kewajiban/hutang).

Pendapat Pribadi:

Total Equity sering saya artikan sebagai kekayaan bersih. Total Kekayaan (Asset) dipotong hutang.


Equity = Asset - Liability (Hutang)

Secara pribadi saya lebih suka melihat Total Equity dari pada Total Asset. Karena misalkan sekalipun Total Asset besar, bisa saja hutangnya juga segunung. Tetapi ketika kita melihat Total Equity langsung terlihat seberapa besar "nilai" kekayaan perusahaan tersebut. Penting Untuk Diperhatikan:

1. Apakah Total Equity suatu perusahaan positif atau negatif ?

Total Equity dapat bernilai positif ataupun negatif. Total Equity positif menandakan Asset perusahaan tersebut lebih besar dari Liability (hutang) (Total Equity Positif: Asset > Liability), sedangkan Total Equity negatif menandakan Liability (hutang) lebih besar dari Asset (Total Equity Negatif: Asset < Liability). Secara pribadi saya lebih menyukai perusahaan yang memiliki Total Equity positif. Karena perusahaan tersebut memiliki resiko gagal bayar yang lebih kecil, otomatis resiko keseluruhan menjadi lebih kecil. Namun bukan berarti perusahaan yang mana Total Equitynya negatif pasti jelek, karena bisa saja hutang perusahaan dimanfaatkan dengan baik sehingga menghasilkan keuntungan yang lebih besar pula.

2. Bandingkan Total Equity dengan Market Cap

Salah satu cara mencari patokan suatu saham murah secara "value" adalah dengan menbandingkan Total Equity dengan Market Cap. Apakah pasar menghargai suatu saham lebih murah atah lebih mahal dari Equitynya ? Saham yang mana Market Capnya lebih rendah dari Equity bisa dikatakan "Under Value" atau terdiskon. Contoh: Misalnya perusahaan A yang memiliki Total Equity 2 triliun, namun Market Capnya menunjukan 700 Milyar misalnya. Bisa kita anggap murah mengingat kita membeli perusahaan yang punya kekayaan bersih 2 triliun dengan harga sepertiga lebih murah. Menarik bukan ? Semakin besar selisih Market Cap dibawah Total Equity, semakin murah harga suatu saham. Begitu pula sebaliknya, perusahaan yang Market Capnya lebih besar dari Total Equity bisa dikatakan mahal.

Catatan:

  1. Perlu diingat membandingkan Market Cap dengan Total Equity bukan satu-satunya indikator menentukan suatu saham murah secara "value" atau tidak. Masih terdapat indikator-indikator lain yang perlu diperhatikan investor.

  2. Bisa saja harga saham perusahaan yang hasil perbandingan Market Cap - Total Equity sudah termasuk murah malah semakin murah (turun) begitu pula sebaliknya (ada sekian banyak fator penentunya). Sehingga sebagai investor ataupun trader tetap perlu berhati-hati terhadap pergerakan harga serta menyesuaikan dengan strategi masing-masing.


3. Total Equity merupakan indikator penting untuk menentukan indikator fundamental lain

Terdapat indikator-indikator lain yang menggunakan Total Equity sabagai variabelnya sehingga menjadi penting bagi investor/trader untuk memahami mengenai Total Equity ini. Indikator-indikator lain diantaranya Total Equity digunakan dalam mencari PBV (Price Book Value), ROE (Return On Equity), Debt to Equity Ratio, dan lain sebagainya.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua