Book Value Per Share (BVPS) #Seri Fundamental

Diperbarui: Feb 2

Sebelum ke Book Value Per Share (BVPS) rasanya kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai Book Value. Book Value (Nilai Buku) dapat dipahami sebagai nilai aset perusahaan yang telah dikurangi penyusutan nilai selama penggunaan aset tersebut. Ajaran gampangnya, bicara Book Value perhatikan saja Total Equity, karena perhitungan mengenai indikator yang berhubungan dengan Book Value (BV) menggunakan Total Equity sebagai acuan utama. Apa yang dimaksud Book Value Per Share (BVPS) ? Book Value Per Shere (BVPS) menunjukan berapa seharusnya harga suatu perusahaan perlembar saham jika dinilai dari Book Value (Nilai Buku). Menjadi menarik mengingat seorang investor dapat menentukan perusahaan yang relatif murah ketika membeli perusahaan yang harga sahamnya lebih murah dari Total Equity. Misalkan coba dipikirkan seberapa menariknya membeli tambak ikan yang asetnya seharga 1 milyar dengan membayar 500 juta saja. Hal tersebut sederhananya dapat dilakukan dengan mengetahui 2 hal: 1. Harga saham saat ini, 2. Nilai BVPS Cara Menggunakan BVPS


1. Bandingkan Book Value Per Shere (BVPS) dengan Harga Saham Saat Ini (last Price).

Jika BVPS lebih tinggi dari Last Price berarti saham tersebut bisa dikatakan murah secara Book Value. Semakin besar perbedaannya semakin murah valuasinya. Jika sebaliknya BVPS lebih rendah dari Last Price berarti saham tersebut dihargai lebih mahal secara book value.


2. Bandingkan BVPS secara historis.

Perusahaan yang baik seharusnya adalah perusahaan yang bertumbuh, cari lah perusahaan yang BVPSnya naik dari tahun ketahun, BVPS yang meningkat berarti Equity meningkat, Equity meningkat berarti perusahaan berkinerja baik dan menghasilkan untung. Catatan: Jangan lupa perhatikan corporate action, bisa saja BVPS berubah karena jumlah saham beredar mengalami perubahan. Q & A Kenapa Last Price saham (harga saham saat ini) tidak sama dengan Book Valuenya ? Sesungguhnya terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi misalnya, untung/rugi perusahaan tersebut, psikologis market, corporate action, pemberitaan dan lain sebagainya. Yang jelas Last Price menggambarkan "harga" yang ditentukan pasar saat ini terlepas dari valuasi yang murah atau kemahalan. Sehingga terkadang ada perusahaan yang dihargai pasar sangat murah ataupun sangat mahal berdasarkan valuasinya. Seorang Value Investor biasanya senang mencari saham yang istilahnya "salah harga" di market. Yaitu saham perusahaan bagus yang dihargai murah oleh pasar. Perlu diingat: Suatu perusahaan yang BVPSnya terbilang murah dapat saja terus turun, kemungkinan disebabkan perusahaan yang merugi. Berhati-hatilah dengan hal ini. Jangan mengambil keputusan investasi berdasarkan 1-2 indikator saja, lebih teliti membeli dapat mengurangi resiko kerugian. Manfaatkanlah BVPS sebagai salah 1 pertimbangan pengambilan keputusan disamping indikator dan pertimbangan lainnya.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua